BEDAH RUHANI
SERI KE EMPAT BELAS

Moch Djamhar Abdul Karim :
====================
MAKRIFAT
BEDAH RUHANI MURRI
====================
SERI KE-14
Asslm wrwb… abah selama ini hampir 4-5 tahun an menjalani tirakat puasa senin kamis, ayamul bidh.. ternyata setelah di bedah tidak berbekas sama sekali di bathin saya.. juga sholat sunah2 yg laennya, seperti dhuha, awabin, tahajud. itu juga tidak meninggalkan jejak sama sekali ketika di “BEDAH RUHANI” kemarin. apakah ada yg salah niat &tujuan saya (masih bengkok)…??. setelah pulang di bedah -+ 3 harian melihat apapun saya merasa sedih selalu menangis. mohon bimbingan nya abah.
==========
Wslm Wr Wb,
Mafhum Mukholafahnya *Bagaimana bila Malas Puasa dan Sholat.?*, maka itu Fahami Makna Ajaran Nabi S.A.W. Bukan Zhohirnya saja Tetapi Zhohir Wal Bathinnya, Contoh : Sunnah Memakai Minyak Wangi Maknanya : Akhlaknya agar Wangi yaitu Akhlaqul Hasanah, Mahmudah dan Karimah. Sunnah Memotong Kumis bila Melewati Garis Teritorial Bibir, Maknanya : Bila Berbicara Jangan Berlebihan, Bila ndak bisa Bicara yang Haq maka lebih Baik Diam itu lebih Baik. Maka Kalian Jangan hanya Memakai Minyak Wangi saja or Memotong Kumisnya saja Tetapi Hakikat disebalik itu ndak dijalani Nanti ndak Berefek secara Sempurna didalam Taubat dan Memperbaiki serta Membersihkan Dirinya.
_______________
Lanjutannya…
*D. BEDAH KANDUNG KEMIH BATIN*
Penjelasannya, sbb :
1. Sebenarnya Bedah Kemaluan Bathin Cuman Biar Terdengarnya Pantas dan Sopan maka diistilahkan Kandung Kemih.
2. Iblis, Ifrit dan Siluman Kandung Kemih, sbb :
1). Biasanya Bersih dari Ketiga Mahluk ini bila Jauh dari Segala Perbuatan Zina or Perbuatan Mendekati Zina.
2). Bila Pernah Berbuat Zina maka Biasanya Ada Iblis-iblis dikandung Kemih ini yaitu Iblis-iblis Spesialis Zina.
3). Biasanya Saya Beritahukan Berapa Jumlahnya dan Saya Tanyakan Pernah Berbuat Zina or Tidak, sebab Ada Beberapa Iblis Spesialis Zina.
4). Bila Iblis-iblis Zina ndak dibersihkan maka akan Turun kepada Anak Cucu sehingga Anak Cucunya Kelak akan Beebuat Zina juga or Mereka akan Kesulitan Menahan Hawa Nafsunya dengan Lawan Jenis yang ndak halal sedangkan Lawan Jenis yang sudah Halal Mereka Kurang Begitu Nafsuan, Itulah Propaganda Iblisnya.
5). Terkadang antara Berbuat Zina dengan Mendekati Zina agak Sulit Membedakannya sebab sama-sama Ada Iblisnya dan Ada Kotoran Nanahnya, cuman Bedanya Kalau Berbuat Zina Nanahnya lebih Bau dan lebih Pekat daripada Mendekati Zina.
6). Mendekati Zina seperti : Sebelum Menikah Pacaran, Pacarannya Kelewat Batas, Sering Menonton Video Porno, Suka Masturbasi or Onani, Suka dengan Sesama Jenis karena Ada Kasus Iblisnya Spesialis Bidang ini dan Biasanya karena Pergaulan dengan Kaum Gay or Lesbi sehingga Menular, Zina dari Panca Indera (Melihat, Mendengar, Mengedus or Mencium, Berkata Keji, Menyentuh Termasuk Berpikiran Kotor) d.l.l. Banyak Hal.
7). Bahkan Ada Korban Perkosaan Tetap dianggap Zina dibathinnya, sebab Ada Iblis dan Nanahnya, Walaupun ndak Separah Zina antara Suka sama Suka.
8). Termasuk juga Suami Isteri yang sudah ditalak Satu lalu karena Awam Akhirnya Mereka Begebrak Suami Isteri Padahal Mereka Belum Ruju’ maka dianggap Zina sebab Ada Iblis dan Nanahnya.
9). Selama Pengalaman Bedah Ruhani selama ini Sekitar 50% Umat Pernah Berbuat Zina, 30% Mendekati Zina dan 20% Masih Bersih Belum Pernah Berbuat Zina maupun Mendekati Zina.
10). Maka Bila Menikah Sangat Penting Memilih Pasangan yang Masih Suci dari Segala Perbuatan Nanah Tersebut, sebab akan Berdampak pada Anak Keturunan Berikutnya yang Terkena Imbasnya yaitu Sangat Sulit Menahan Jawa Nafsu pada Lawan Jenisnya Malah-malah kepada Hewan Sekalipun.
3. Iblis Keturunan, sbb :
1). Biasanya Tiap Manusia itu Ada Iblis Keturunannya yaitu Satu Iblis yang Bersemayam di Kandung Kemihnya.
2). Iblis ini Berasal dari Pihak Ibu or Ayahnya, yang diturunkan pada saat Usia 8 Bulan dikandungan Ibunya.
3). Ketika Lahir maka Iblis Keturunan ini akan Membawa Dampak Negatif pada Sifat yang Dominan pada Anak.
4). Biasanya Itu Iblis Spesialis yang Memiliki Sifat Pemarah or Pembohong or Pendendam or Pembenci or Sombong or Iri Hati or Haus Duniawi d.l.l.
5). Bila setelah Lahirnya Iblis Keturunan ini ndak dibersihkan (ndak dibuang) maka Kelak Anak Tersebut akan dididik lalu Besar dan Dewasa Menjadi Anak yang Dominan Pemarah or Pembohong or Pendendam d.l.l. Tergantung Sifat Iblis Keturunannya.
4. Kotoran Kandung Kemih, sbb :
1). Mendekati Zina Kotorannya Nanah yang ndak Begitu Pekat dan Bau.
2). Berbuat Zina Kotorannya Nanah yang Berbau Busuk dan Pekat.
3). Hadas Besar Haid yang ndak Sah Mandinya maka Kotorannya Berupa Darah Merah Kotor.
4). Hadas Besar Nipas yang ndak Sah Mandinya maka Kotorannya Berupa Darah Merah lebih Kental dari Haid.
5). Hadas Besar Janabah yang ndak Sah Mandinya, maka Kotorannya Berupa Darah Putih Kotor.
6). Hadas Besar Wiladah yang ndak Sah Mandinya maka Kotorannya Berupa Darah Putih Kotor lebih Kental dari Janabah.
7). Khusus Tuk Laki-laki yang sudah Menikah or Belum Menikah maka Sama seperti Wanita yang Belum Menikah, Biasanya hanya Memiliki Kotoran Mandi Janabah yang ndak Sah.
8). Bagi Wanita yang sudah Menikah Biasanya Memiliki Kotoran Berupa Mandi Haid, Nipas, Wiladah dan Janabah yang ndak Sah.
9). Bagi Sahabat MURRI yang sudah Mengamalkan Mandi Hadas Besar yang sudah Saya Ajarkan maka agar disertai Mandi Taubat Khusus Mandi Hadas Besar yang ndak Sah, sebab Sebelum Berjumpa dengan MURRI Baayak Mandi Hadas Besar yang Belum Sah maka Kotorannya Masih Melekat.
10). Kotoran Hadas Besar ini Bukan Berada di Kemaluan Tetapi Ada diseluruh Badan maka itu Cara Menghilangkannya disyari’atkan Melalui Mandi Wajib sehingga Bila Mandi Wajibnya ndak Sah maka Kotoran Tersebut seperti Membentuk Selimut Kotoran diseluruh Tubuh.
11). Dampak Kotoran Hadas Besar yang ndak Sah ini Adalah akan Memiliki Sifat Ragu-ragu, Plin-plan, Mudah Pelupa, Maju Mundur dalam Berniat, Waswas, Gelisah, Dominan Khawatir d.l.l. seperti Penyakit Jantungan.
5. Cara, Niat-niat Mandi Hadas Besar dan Mandi Taubatnya, sbb :
1). Pakai Air Kran supaya Aman dari Air Musta’mal
2). Tidak Sah ketika Mandi Wajib Niat Dahulu Baru Air Mengenai Bagian Badan sebab Niat itu harus Berbarengan dengan Perbuatan.
3). Saat Air Kran Mengenai di Bagian Badan Manapun, maka Barulah Niat Mandi Hadas Besar.
4). Niat Mandi Haid : *”Nawaitul Ghusla Lirof’il Hadatsil Akbari Minal Haidhi Fardhol Lillahi Ta’alaa, Niat Saya Mandi Tuk Menghilangkan Hadats Besar dari Haidh Pardu karena Alloh Ta’alaa”*.
5). Niat Mandi Wiladah (Melahirkan) : *”Nawaitul Ghusla Lirof’il Hadatsil Akbari Minal Wiladati Fardhol Lillahi Ta’alaa, Niat Saya Mandi Tuk Menghilangkan Hadats Besar dari Melahirkan Pardu karena Alloh Ta’alaa”*.
6). Niat Mandi Nifas : *”Nawaitul Ghusla Lirof’il Hadatsil Akbari Minan Nifaasi Fardhol Lillahi Ta’alaa, Niat Saya Mandi Tuk Menghilangkan Hadats Besar dari Nifas Pardu karena Alloh Ta’alaa”*.
7). Niat Mandi Janabah (Junub) : *”Nawaitul Ghusla Lirof’il Hadatsil Akbari Minal Janabati Fardhol Lillahi Ta’alaa, Niat Saya Mandi Tuk Menghilangkan Hadats Besar dari Janabah Pardu karena Alloh Ta’alaa”*.
Boleh juga Niat Mandi Janabah (Junub) : *”Nawaitul Ghusla Lirof’il Hadatsil Akbari ‘An Jamii’il Badani Fardhol Lillahi Ta’alaa, Niat Saya Mandi Tuk Menghilangkan Hadats Besar dari Semua Badan Pardu karena Alloh Ta’alaa”*.
8). Pengalaman Bedah Ruhani Para Sahabat MURRI Laki-laki yang diajarkan Mandi Wajib seperti diatas Banyak yang Masih Kotor pada Sebagian Badan Bathinnya, Hal ini karena Belum ditaubati Mandi Janabah Sebelum Mereka Bergabung dengan MURRI karena Belum Tahu Niat dan Tata Caranya.
9). Mandi Taubat dari Janabah (Buat Laki-laki) : *”Niat Saya Mandi Taubat dari Mandi Janabah yang Tidak Sah Sejak Baligh hingga saat ini karena Alloh Ta’ala”*.
10). Pengalaman Bedah Ruhani Para Sahabat MURRI Wanita (yang Belum Menikah) yang diajarkan Mandi Wajib seperti diatas Banyak yang Masih Kotor Sebagian Badan Bathinnya, Hal ini karena Belum ditaubati Mandi Haidhnya Sebelum Mereka Bergabung dengan MURRI karena Belum Tahu Niat dan Tatacaranya.
11). Mandi Taubat dari Haidh (Buat Wanita yang Belum Menikah) : *”Niat Saya Mandi Taubat dari Mandi Haidh yang Tidak Sah Sejak Baligh hingga saat ini karena Alloh Ta’ala”*.
12). Pengalaman Bedah Ruhani Para Sahabat MURRI Wanita (yang sudah Punya Anak) yang diajarkan Mandi Wajib seperti diatas Banyak yang Masih Kotor Saling Menumpuk Kotorannya Ada Sebagian Badan Bathinnya dan Ada Seluruhnya, Hal ini karena Belum ditaubati Mandi Haidhnya, Janabahnya, Wiladahnya dan Nifasnya Sebelum Mereka Bergabung dengan MURRI karena Belum Tahu Niat dan Tata Caranya.
13). Mandi Taubat dari Semua Hadats Besar (Buat Wanita yang sudah Punya Anak) : *”Niat Saya Mandi Taubat dari Mandi Hadats Besar yang Tidak Sah Sejak Baligh hingga saat ini karena Alloh Ta’ala”*.
14). Kotoran Bathin dari Hadats Besar ini Biasanya karena Niatnya Salah, Niatnya Keliru, Niatnya ndak Bisa, juga dari Tata Cara Mandinya Memakai Air Musta’mal sehingga Ada yang Kotornya Parah, Kotornya Sedang (Sebagian Badannya) dan Ada yang Ringan Tinggal Sedikit lagi.
15). Kotoran Bathin Hadats Besar ini Tetap Ada Walaupun sudah Tua (Sepuh) Bila ndak ditaubati, ini Sering Terjadi.
16). Adapun Maksud Haidh secara Hakikat Bukanlah yang Keluar dari Farji, Begitu juga dengan Hadats Besar yang Lainnya, Tetapi Seluruh Badannya yang sedang Kotor maka dalam Ajaran Islam diharamkan Sholat, Puasa d.l.l. juga dalam Ajaran Islam Bersucinya ndak Bisa hanya Istinja’ saja Tetapi harus Mandi Seluruh Badan disertai Niat dan Tata Cara yang Shohih.
17. Menurut Kefahaman MURRI bahwa Hadats itu Terbagi 4 Tingkatan, yaitu :
1)). Hadats Besar (Akbar) seperti Haidh dan Nifas, sebab Aturan Syari’atnya lebih Ketat daripada Hadats Besar yang Lainnya, juga Bila Mandi Haidh dan Nifasnya ndak Sah maka Badan Batinnya Sangat Kotor dan Lapisan Kotoran Haidh dan Nifas Saling Berbeda.
2)). Hadats Sedang (Awsath) seperti Janabah dan Wiladah, sebab Aturan Syari’atnya lebih Ringan daripada Haidh dan Nifas, juga Bila Mandi Janabah dan Wiladahnya ndak Sah maka Badan Batinnya ndak Separah seperti Kotoran Haidh dan Nifas Tetapi antara Lapisan Kotoran Janabah dan Wiladah Memang Saling Berbeda Tetapi Hampir Sama disatu Lapisan. Maknanya : Perbedaan Tipisnya bahwa Janabah itu Mani yang Keluar sedangkan Wiladah Anak yang Keluar, sedangkan Anak itu Suci sama dengan Mani, Tetapi dihukumi Hadats Besar or Mandi Wajib Bila Keluar or Lahiran.
3)). Hadast Kecil (Ashghor) yaitu Apa-apa yang Keluar dari Qubul dan Dubur yang Bisa Membatalkan Wudhu seperti Buang Air Kecil, Buang Angin dkknya.
4)). Hadats yang dimaafkan (Ma’fu) seperti : Bila ndak Tahu Ia sedang Junub sebab Ia Sulit Membedakan antara Keluar Mani, Wadi dan Madzi, maka Walaupun dimaafkan sebab Ia Meyakini itu Wadi or Madzi Asbab ndak Tahunya ini Tetapi dalam Ihtiat (Kehati-hatian) dianjurkan Mandi Janabah. Ada juga Najis Ma’fu ini seperti Makan Kotoran Ikan yang Kecil seperti Ikan Teri maka dimaafkan, juga Berwudhu dari Rumah Begitu Berjalan ke Masjid ndak Cuci Kaki lagi ketika sampai di Masjid Padahal Kedua Kakinya Terkena Debu-debu dijalanan maka dimaafkan d.l.l.
*E. BEDAH TANGAN DAN KAKI BATIN*
#BERSAMBUNG…