Moch Djamhar Abdul Karim :
====================
MAKRIFAT
BEDAH RUHANI MURRI
====================
SERI KE-8
Assalamualaikum Abah… mau tanya dlm tulisan menuliskan kata “penggembala”, apa yang dimaksud penggembala dan bagaimana jadi seorang penggembala bagi nafsu2 kita sendiri dan kemudian bisa menggembala orang lain.?. Bagaimana cara kita agar tdk mempunyai “Wajah Binatang” lagi jika dilihat oleh ulama kasyaf, terus kalau saya binatang apa yang muncul Bah.?. dan itu simbol apa, dan bagaimana cara memperbaikinya agar menjadi tampilan manusia seutuhnya, Mhn maaf jika banyak bertanya, terima kasih.
==========
Wslm Wr Wb,
Penggembala itu seperti Utusan pada Umatnya, seperti Guru pada Muridnya, seperti Seorang Kyai kepada Para Santrinya maka Diri Kita Adalah Ruh agar Gembalakan Hawa Nafsu Diri serta Semua Indrawi yang Zhohir maupun Indrawi yang Bathin Diri ini, supaya Bisa diatur dan digiring dari Ujung Rambut sampai Ujung Kaki kepada Alloh SWT Menuju Takwa pada Alloh SWT.
Sebenarnya Manusia yang Berwajah Binatang itu Masih Ringan, sebab Umumnya Adalah Bukan Wajah saja Tetapi Dirinya yang Jadi Binatang, itu Gambaran dari Sifat-sifat Bahiimah (Hewan) yang Ada pada Diri Setiap Insan dan sudah Saya Tuliskan pada Kajian Makrifat Kitaabul Insan, Misalkan sbb :
1. Menyakiti Orang itu Akhlaknya Semut Merah.
2. Kalau Menyakitinya Terlalu itu Akhlaknya Kalajengking.
3. Berteman disaat Enaknya saja Itu Akhlaknya Semut Hitam.
4. Memberi Iyah Tapi Masih Berat dihati itu Akhlaknya Jentik Nyamuk.
5. Kalau Ngasih Tapi diambil Kembali Apa yang dikasih itu Akhlaknya Nyamuk.
6. Tubuhnya Sangat Kotor Berbagai Dosa pernah dilakukan itu Akhlaknya Belatung.
7. Membicarakan Aib Orang itu Akhlaknya Hewan Kotor dan Ada Selokan (Got) Batin.
8. Penjilat or Gong-gong sana-sini Ngomongin Orang itu Akhlaknya Anjing.
9. Suka Berbohong itu Akhlaknya Ular (Lisan Bercabang Dua).
10. Suka Menipu Orang secara Halus itu Akhlaknya Kupu-kupu.
11. Kalau Punya Hutang Licin sehingga Sulit dicari itu Akhlaknya Belut.
12. Kalau Ada Masalah di Orang Lain Selalu didepan Jadi Bodyanguardnya itu Akhlaknya Gajah.
13. Karakternya Beringasan dan Suka Nyentak sehingga Membuat Orang Lain Takut itu Akhlaknya Harimau.
14. Halal Kek Haram kek diambil dengan Menghalalkan Segala Cara itu Akhlaknya si Babi Rakus.
15. Orang yang ndak Menyukuri Apa yang Ada ini Akhlaknya Monyet Serakah d.l.l.
16. Dan Lain-lain, Jadi Jin Bentuknya Binatang didalam Diri setiap Manusia itu Terdapat Kebun Binatang dari Sifat-sifat Tercelanya.
Lengkapnya Ada di Materi ”Makrifat Kitab Al Insan”.
Umumnya yang dilihat oleh Para Guru yang Kasyaf itu Adalah Akhlak yang Dominan pada Diri itu Dominan Hewan Apaan?, Berbeda Kalau Bedah Ruhani Maka Kebun Binatang Diri yang diperlihatkan dan ditunjukan, Artinya Semua Akhlak yang Zhohir dan yang Bathin akan Terbuka sehingga didalam Diri Manusia Tenyata Terdapat Kebun Binatang yang Cukup Besar Sekali, itulah Baru Sedikit dari Perwujudan Hawa Nafsu Hewani Diri, Belum Sifat-sifat selain Hewannya.
=============
LANJUTANNYA…
4. KOTORAN BATIN MATA, Biasanya akan dijelaskan Kelemahan Kedua Mata sbb :
1). Mata Cewekan (Cowokan)
2). Mata Maksiat Apa yang Dominan
3). Mata Duitan, Duit lagi Duit terus Duit selalu.
4). Mata Khayalan Keinginan ini dan itu d.l.l.
5). Jumlah Iblis, Ifrit dan Siluman di Kedua Mata
6). Sebenarnya Manusianya Bener cuman karena Imannya Lemah dan dikedua Matanya sudah Terdapat Kotoran Maksiat maka Iblis dkknya Hadir dan Menetap disana Tuk Menipu Daya.
7). Mata Bermaksiat Bersumber dari Otak yang sudah Terkotori, Memang Kuncinya diotak sehingga Bila Otaknya Bening maka Panca Indera akan Aman, sebab Otak Pelakunya itu di Otak Bathin maka bila sudah dikotori sebesar Apa Kotorannya maka Pasti Panca inderanya pun Kotor dan Banyak Iblisnya.
8). Seharusnya Mata Melihat Petunjuk-petunjuk Alloh SWT yang Bertebaran dimana-mana, Tetapi karena Mata Hak Tertutupi oleh Awan-awan dan Kotoran Dosa dan Maksiat sehingga Lupa pada Alloh SWT dan ndak Menjumpai Kebenaran di Kedua Matanya.
9). Usahakan didalam Memandang Wanita yang Bukan Mahrom Maksimal 3 Detik, lebih Banyaknya Menundukan Pandangan, Begitupun dengan Wanita kepada Laki-laki sebab Berdampak pada Kotoran Maksiat.
10). Bila sudah Ada Kotoran Maksiat di Kedua Mata Baik karena Cinta Duniawi or Mata Syahwati maka Iblis dkknya akan Bertempat disana, sehingga Apa yang dilihat Walaupun Haram akan dibuat Terasa Indah saja.
11). Itulah Mengapa dalam Ajaran Islam Ada Menundukan Pandangan.
12). Alloh SWT Berfirman QS. An Nuur Ayat 30 :
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ.
”Katakanlah kepada Laki-laki yang Beriman ’Hendaklah Mereka Menahan Pandangannya (Mata Maksiat) dan Memelihara Kemaluannya (dari Mendekati Zina), Yang Demikian itu Adalah Lebih Suci bagi Mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Apa yang Mereka Perbuat”.
13). Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6 Hal. 41 :
هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم
”Ini Adalah Perintah dari Alloh Ta’ala kepada Hamba-hambaNYA yang Beriman Tuk Menjaga (Menahan) Pandangan Mereka dari Hal-hal yang diharamkan atas Mereka. Maka Janganlah Memandang Terkecuali Memandang kepada Hal-hal yang diperbolehkan Tuk dipandang. Dan Tahanlah PandanganMu dari Hal-hal yang diharamkan”.
14). Menundukkan Pandangan Mata Merupakan Dasar dan Sarana Tuk Menjaga dan Mensucikan Kemaluan dan Mensucikan Otak. Maka Jika Seseorang Mengumbar Pandangan Matanya, maka OTOMATIS dia telah Mengumbar Syahwat dan Nafsunya sehingga diistilahkan Zina Mata.
15). Dalam Kitab Shohih Imam Al Bukhari No. 6243 dan Kitab Shohih Imam Muslim No. 2657, Rosululloh S.A.W. Bersabda :
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ.
”Sesungguhnya Alloh SWT telah Menetapkan atas Diri Anak Keturunan Adam Bagiannya dari Zina, DIA Mengetahui yang demikian Tanpa dipungkiri. Mata bisa Berzina, dan Zinanya Adalah Pandangan (yang diharamkan), Zina Kedua Telinga Adalah Mendengar (yang diharamkan), Lidah (Lisan) bisa Berzina, dan Zinanya Adalah Perkataan (yang diharamkan), Tangan bisa Berzina dan Zinanya Adalah Memegang (yang diharamkan). Kaki bisa Berzina dan Zinanya Adalah Ayunan Langkah (ke Tempat yang Haram dan Tanpa Ada Tujuan Ibadah), Hati itu bisa Berkeinginan dan Berangan-angan. Sedangkan Kemaluan Membenarkan yang demikian itu or Mendustakannya”.
16). Pandangan Duniawi seperti Mata Duitan, juga akan Bermasalah dikedua Matanya sehingga Memandng Apapun Atas Dasar Duniawi, Pangkat Jabatan, Harta Benda, Gelar d.l.l. Ini Berlaku Bagi Orang yang dikedua Matanya sering Lupa akan Alloh SWT, Tetapi Bagi Mata Ihsan akan Tercegah Pandangan seperti itu.
17). Juga Pandangan Merendahkan, Pandangan Menghinakan, serta Pandangan-pandangan Dosa dan Maksiat Lainnya.
18). Maka saat Bedah Ruhani akan dibersihkan dan diberitahukan Pandangan Maksiat yang Dominan, ndak Terperinci sebab Waktu yang Terbatas. Biasanya Bedah Ruhani Membutuhkan Waktu Perorang 20 Menitan, Inipun Tergantung Rusak dan Parahnya seperti Apa.
5. KOTORAN BATIN TELINGA = Mendengar Maksiat, Mendengar Gosip, Mendengar Dosa-dosa yang dilarang.
BERSAMBUNG…
~ ADMIN ~
Ngaji Online MURRI Lewat Whatsapp
Kang Ma’rif (081287352586)