Moch Djamhar Abdul Karim :
===================
MAKRIFAT
BEDAH RUHANI MURRI
===================
SERI KE-9
Assalaamu’alaikum Wr Wb, Salam ta’dhim abah semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat, Sedikitnya saya beserta keluarga ingin menghaturkan rasa hormat dan rasa terima kasih kepada abah, yang pertama dan utama kami bersyukur pada allah swt yang sdh mentaqdirkan mempertemukan kami (saya, isteri dan anak2) dengan abah lalu dibedah ruhani tentunya dengan niatan untuk taubat dan memperbaiki diri. Alhamdulillah setelah bertemu dengan abah dan dibedah ruhani kehidupan kami sangat berbeda jauh sekali dari sebelumnya, khususnya dalam hal spiritual begitu terasa dalam kehidupan kami, sekarang kami selalu eling dan waspada, bila ada kesalahan kami saling mengingatkan, kehidupan rumah tangga kami menjadi adem ayem, tentram dll… sepulangnya dari abah Alhamdulillah yang namanya bertengkar sudah ga ada lagi abah, dulu sebelum ini kehidupan kami sangat carut marut, saling bertengkar hampir tiap hari (terutama dalam hal keuangan), saling menyalahkan, amarah, berbohong, bahkan yang lebih parah lagi yang namanya sholat 5 waktu sangat jarang sekali kami laksanakan… (yah pokoknya gitu lah abah)… sekali lagi kami ucapkan terima kasih ya abah telah bersedia untuk membimbing kami sekeluarga untuk memperbaiki diri.
===========
Wslm Wr Wb,
Itu sudah Menjadi Kehendak (Irodat) Alloh SWT, Semoga Bisa Istiqomah dan ndak Mudah ditipudaya oleh si Mi’ing cs sehingga Rumah Tangga Kalian Tetap Utuh, Solid Apapun Ujian dan Cobaannya.
Pandang Terus Kebaikan Isteri, sebagai Isteri Pandang Terus Kebaikan Suami, Saling Tenang (Sakinah), Saling Cinta (Waddah) maka Turunlah Rohmah Alloh SWT dalam Hidup dan Kehidupan Berumah Tangga. Ujian Rumah Tangga itu Pertama Ekonomi, lalu Pihak Ketiga kemudian Status Sosial maka Kalian agar lebih Faham lagi didalam Menyikapinya.
Kalam Hikmah MURRI : ”Syarat Mengenali Diri Adalah Mensucikan Diri, sedangkan Syarat Mengenali Alloh SWT Adalah Mengenali Diri Melalui Akhlak dan Ibadah yang Terbaik, baik Lahir Maupun Bathinnya maka itu Pabila Ibadahnya Bagus (Nur Hijau Tua) dan Akhlaknya Bagus (Nur Putih Terang) maka Barulah ia Menginjak Tauhidulloh (Nur Gold)”.
_______
LANJUTANNYA…
6. KOTORAN BATIN TELINGA, Biasanya akan dijelaskan Kotoran Kedua Telinga sbb :
1). Kotoran Batin Kedua Telinga Berupa Kotoran Kasar yang Berada dilubang Telinga sampai Batinnya Pendengaran yang Letaknya di Shodru hingga ke Qolbu Batin Pendengaran yang Kotorannya Semakin Halus, Hampir sama dengan Kotoran Kedua Mata yaitu Kasar (dilubang Telinga), Halus (didada Shodru) dan Sangat Halus diqolbu Batin Pendengaran)
2). Kotoran Kedua Telinga ini Berasal dari Segala Bentuk Pendengaran Maksiat dan Dosa yang dikehendaki Masuk oleh Diri, Tetapi Bila Benar-benar Tak disukai maka Lubang Telinga Batin akan Menutup Terjaga. Adapun Telinga Luar Tetap Terkotori.
3). Telinga Luar Bisa dibersihkan Melalui Cara Berwudhu yang Benar, yaitu Sambil Berwudhu sambil Memohon Ampunan Alloh SWT disaat Mengusap Kedua Telinga, Cuman Pakai Ilmu Wudhunya yang Tepat, sebab Banyak yang Wudhu Tetapi Belum Tepat Usapannya.
4). Setelah dikotori Kedua Telinga ini maka Barulah Iblis dkknya Tinggal Menetap dikotoran Tersebut dan Menyumpel dikedua Lubang Telinga.
5). Biasanya Iblis dkk ini Menyumpel Kedua Lubang Telinga Sejak Usia Baligh hingga saat ini, dan Umumnya lebih dari 20 Iblis yang Bersemayam.
6). Pabila Ada Anak diperintah oleh Orang Tuanya Tuk Melakukan Sesuatu Tetapi Anak Tersebut Menolak, Ngeyelan, bahkan Menentangnya maka itu Pertanda Iblis sudah Mendatangi Kedua Lubang Teling Tersebut dan sudah Tinggal Menetap disana.
7). Pabila Iblis dkknya sudah Menetap dikedua Lubang Telinga maka Siapapun yang Kasih Nasihat akan ditolaknya seperti Angin Lalu saja, Khususnya Nasihat-nasihat Tersebut yang Mengandung Naar (Api) dan Belum Mengandung Nuur (Cahaya), sehingga dikenalah Pantang Nasihat, Padahal itu Propaganda Iblis dkk.
8). Kronologinya : Pabila Ada Nasihat Masuk ke Lubang Telinga maka Iblis dkk yang Bersemayam dikedua Lubang Telinga Tersebut Menyumpel Lubang dan Meniup Nasihat Tersebut sehingga Hilang, Tak Tembus kedalam Qolbu si Korban.
9). Akhirnya yang Mensehati Kesal dan yang dinasehati Merasa Baik-baik saja, Padahal Nasehat Tersebut Sangat Baik bila dipakai sehingga disebutlah sebagai Orang yang Susah dinasehati.
10). Adapun Orang yang Cepat Menyadari itu Pertanda Imannya lebih Kokoh daripada Iblisnya yang Bersemayam, Tapi Bukan Berarti ndak Ada Iblisnya dikedua Lubang Telinga Tersebut.
11). Pada Bedah Ruhani Membersihkan Kotoran Telinga Luar dan Tengah Bagian Dalam (Ash Shodr), Adapun Qolbu itu Lain lagi sebab Wilayah Kotoran Halus, Nanti Ada Saatnya dibersihkan pada Waktu Wilayah Qolbu.
12). Iblis dkknya yang Menyumpel Kedua Lubang Telinga Sejak Usia Tamyiz (sebab Ngeyel Terhadap Orang Tuanya) dibersihkan dan Biasanya Kedua Lubang Telinga akan Terasa Hangat Bahkan Ada yang Terasa agak Panas, itu Pertanda sudah Melekatnya Iblis dkknya itu sudah Sejak Lama dilubang Telinga.
13). Hawa Hangat Tersebut Adalah Bekas (Atsar), yaitu Bekas Melekatnya Iblis, Semakin Iblis Tersebut Melekatnya Kokoh dan Kuat maka ketika dibersihkannya akan Terasa seperti Bunyi Suara sedang Mencabut Rumput-rumput Kecil.
14). Adapun Dosa dan Maksiat Lubang Telinga yang Sering Terjadi Adalah Musik Jenis Apapun yang Melalaikan Lupa pada Alloh SWT, Suara Gosip dan Ghibah, Menolak dan Menunda-nunda Perintah Orang Tua dan Guru Khusus, Dialog dengan yang Bukan Mahrom dengan disertai Syahwati, Asyik Masyuk Mendengar sesuatu yang ‘Aib (Cacat) Tuk didengarkan, Dominan Prasangka Buruk dan Rasa Curiga daripada Tabayun Memperjelas Diri, Membiasakan Mendengar Curhatan-curhatan yang ndak Manfaat, Jarang Mendengar Al Quran or Dzikrulloh or Kalimat-kalimat Tauhid Lainnya, Kedustaan, Fitnah, Kehinaan, Kejelekan, Mendengar Hasudan d.l.l. Seharusnya dibalik Menjadi Mendengar yang Baik-baik saja sehingga Masuk kedalam Hati dan Pikiran juga akan Baik.
15). Ketika Bedah Ruhani dibersihkan Kotoran-kotoran yang Menyumpel dikedua Lubang Telinga, lalu diberitahukan Jumlah Iblis dkknya kemudian dijelaskan Berbagai Macam Penyebabnya sampai Kedua Lubang Terlinga Tersebut Kotor dan Ada Iblis dkknya.
16). Alloh SWT Berfirman QS. An Nahl Ayat 78 :
وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡٔٗا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفِۡٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
”Dan Alloh SWT Mengeluarkan Kamu dari Perut IbuMu dalam keadaan ndak Mengetahui Sesuatu pun, dan DIA Memberi Kamu Pendengaran, Penglihatan dan Hati, agar Kamu Bersyukur”.
17). Kalam Alloh SWT ini Mendahulukan Pendengaran daripada Penglihatan sebab saat Usai 5 Bulan Kandungan Nur Sama’ (Pendengaran) diberikan pada Setiap Diri Manusia lalu Usia 6 Bulan Kandungan Nur Bashor (Penglihatan) Barulah diberikan setelah itu diusia 7 Bulan Kandung diberikan Nur Kalam sehingga Bisa Berbicara, Jadi lebih Tua Pendengaran daripada Penglihatan dan Perkataan.
18). Alloh SWT Memberikan Kedua Mata agar dalam Melihat sudah Jelas dan Terang sedangkan Memberikan Kedua Telinga agar dalam Mendengar sudah Jelas dan Terang lalu Berkatalah dengan Benar, Bukan dengan Sangkaan Belaka yang Belum Jelas dan Terang Kebenarannya.
19). Alloh SWT Menjelaskan bahwa Sangat Sedikit Sekali Orang yang Bersyukur Adalah Bagi Orang yang Zholim (Berbuat Aniaya) Terhadap Pendengaran dan Penglihatannya sehingga Menjadi Zholimlah Hati, Pikiran dan Lisannya Jauh dari Kebenaran.
20). Dalam Kitab Al Jaami’ Imam At Tirmidzi No. 3492, Kutab Sunan Imam Abu Daud No. 1551 dan Kitab Imam An Nasa-i No. 5446, Riwayat dari Sahabat Sakal bin Humaid R.A. bahwa Rosululloh S.A.W. Mengajarinya Sebuah Do’a :
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّيْ
”Allohumma Innii A’udzuubika Min Syarri Sam’ii Wa Min Syarri Bashorii Wa Min Syarri Lisaanii Wa Min Syarri Qolbii Wa Min Syarri Maniyyi, Ya Alloh Aku Meminta Perlindungan pada-MU dari Kejelekan pada PendengaranKu, dari Kejelekan pada PenglihatanKu, dari Kejelekan pada LisanKu, dari Kejelekan pada HatiKu, serta dari Kejelekan pada Mani (KemaluanKu)”.
7. KOTORAN BATIN HIDUNG, Penjelasannya sbb :
1). Orang yang Biasa Mengendus ‘Aib-‘aib Orang Lain dan Ingin Tahu Urusan Orang Lain maka Pasti Kedua Lubang Hidung Batinnya akan dipenuhi Kotoran-kotoran Baik dibagian Luar (Lubang Hidung), Tengah (Shodr) maupun didalam Qolbu Batin Orang Tersebut.
2). Sebab Aib itu Hakikatnya Adalah Bau, sehingga Takala Suka Mencium yang Bau-bau maka Kotoran yang Bau Busuk itu akan Tinggal dan Menetap dikedua Lubang Hidungnya, Pabila Orang Tersebut Aktif Penciuman Batinnya maka akan Tercium Sangat Bau Busuk seperti Sampah Bahkan Lebih Bau lagi.
3). Setelah Kotoran Bau Busuk Tersebut Bersemayam maka Barulah Iblis dkknya Menetap dikotoran Tersebut dan Menjadi Rumahnya.
4). Maka saat Bedah Ruhani akan dibersihkan Kototan Kedua Lubang Hidung ini Termasuk Jumlah Iblis dkknya yang sudah Menetap Tinggal akan diberitahukan Jumlahnya.
5). Maka Biasakanlah Mencium yang Wangi-wangi yaitu Kebaikan-kebaikan Orang sehingga Ikut Mengikuti Kebaikan Tersebut dan Kedua Lubang Hidungnya pun akan Bersih dan Wangi secara Hakikatnya.
6). Ketika Berwudhu saat Istinsyak (Memasukan Air kedalam Hidung, bukan Memasukan Kedua Jari kedalam Hidung) lalu Istintsar (Meningsringkannya) agar diniatkan juga sambil Membersihkan dan Membuang Dosa dan Maksiat Hidung agar Kedua Lubang Hidung Tersebut selalu Terjaga Kebersihannya lalu Bercahaya Bekas Wudhu Tersebut.
7). Bila Kedua Lubang Hidung Terjaga dengan Baik maka Nafas Batin akan Ploong dan Tenang juga Damai sehingga Kelak Bisa Menyehatkan Badan yang Zhohir dan Bathin.
8. KOTORAN DIANTARA DUA ALIS MATA, Penjelasannya sbb :
#BERSAMBUNG…
~ ADMIN ~
Ngaji Online MURRI Lewat Whatsapp
Kang Ma’rif (081287352586)